Selasa, 17 Oktober 2017

MAKALAH NASIONALISME



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Abad XX adalah abad nasionalisme, artinya sejak awal sampai dengan penutupan abad ini timbul kesadaran berbangsa. Hal ini dapat dilihat dalam sejarah bahwa ternyata kesadaran bangsa Indonesia sudah mengawali abad ini dan bahkan kesadaran ini masih diikuti oleh bangsa-bangsa Semenanjung Balkan yang menginginkan terciptanya nasion sendiri yang merdeka. Yang terakhir ini ternyata baru berlangsung menjelang penutupan abad XX. Jelas kiranya bahwa keinginan bersama untuk membebaskan diri dari dominasi etnik lain terjadi secara universal.
Nasionalisme Indonesia mempunyai ciri khas yang berbeda dengan nasionalisme mana pun di penjuru dunia ini. Nasionalisme Indonesia murni nerupakan bentuk perlawanan terhadap kolonialisme. Sudah selayaknya kalau dominasi sosio-politik kolonialisme Belanda itu membangkitkan perlawanan melalui organisasi yang diatur secara modern. Memang organisasi modern itu sebenarnya adalah dampak modernisasi yang dilakukan oleh pemerintah kolonial sendiri. Kebangkitan nasional adalah dampak yang tidak disadari oleh pemerintah, seperti munculnya banyak organisasi yang di dalam makalah ini kita akan membahas hal tersebut.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian nasionalisme menurut beberapa ahli ?
2.      Uraikan perkembangan awal nasionalisme !
3.      Uraikan gerakan nasionalisme di berbagai kawasan !
C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian nasionalisme menurut beberapa ahli
2.      Menguraikan perkembangan awal nasionalisme
3.      Menguraikan gerakan nasionalisme di berbagai kawasan


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Nasionalisme Menurut Beberapa Ahli
Nasionalisme adalah sebuah paham yang direalisasikan dalam sebuah negara yang mendambakan kepentingan bersama, yaitu kepentingan bangsa (nation), walaupun mereka terdiri dari masyarakat yang majemuk. Bangsa mempunyai pengertian totalitas yang tidak membedakan suku, ras, golongan, dan agama. Diantara mereka tercipta hubungan sosial yang harmonis dan sepadan atas dasar kekeluargaan. Kepentingan semua kelompok diinstutionalisasikan dalam berbagai organisasi sosial, politik, ekonomi, dan keagamaan. Upaya penggalangan kebersamaan ini sering kali bertujuan menghapus superioritas kolonial terhadap suatu bangsa yang telah menimbulkan berbagai penderitaan selama kurun waktu yang cukup lama. Ada juga yang mengatakan bahwa nasionalisme adalah pemikiran untuk mempertahankan keutuhan bangsa dan Negara dengan menghargai dan menjiwai baik itu budaya, adat istiadat maupun sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia yang telah merdeka ini.
1.      Menurut Ernest Renan: Nasionalisme adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara.
2.      Menurut Otto Bauar: Nasionalisme adalah suatu persatuan perangai atau karakter yang timbul karena perasaan senasib.
3.      Menurut Hans Kohn, Nasionalisme secara fundamental timbul dari adanya National Counciousness. Dengan perkataan lain nasionalisme adalah formalisasi (bentuk) dan rasionalisasi dari kesadaran nasional berbangsa dan bernegara sendiri. Dan kesadaran nasional inilah yang membentuk nation dalam arti politik, yaitu negara nasional.
Untuk lebih jelas lagi perlu kita perhatikan beberapa definisi nasionalisme berikut ini! 
4.      Menurut L. Stoddard: Nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian terbesar individu di mana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersama di dalam suatu bangsa.
5.      Menurut Dr. Hertz dalam bukunya yang berjudul Nationality in History and Politics mengemukakan empat unsur nasionalisme, yaitu:1. Hasrat untuk mencapai kesatuan.2. Hasrat untuk mencapai kemerdekaan.3. Hasrat untuk mencapai keaslian.4. Hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa. Dari definisi itu nampak bahwa negara dan bangsa adalah sekelompok manusia yang:
a.       memiliki cta-cita bersama yang mengikat warga negara menjadi satu kesatuan;
b.      memiliki sejarah hidup bersama sehingga tercipta rasa senasib sepenanggungan;
c.       memiliki adat, budaya, dan kebiasaan yang sama sebagai akibat pengalaman hidup bersama;
d.      menempati suatu wilayah tertentu yang merupakan kesatuan wilayah; dan
e.       teroganisir dalam suatu pemerintahan yang berdaulat sehingga mereka terikat dalam suatu masyarakat hukum.
6.      Selanjutnya menurut Louis Sneyder. Nasionalisme adalah hasil dari perpaduan faktor-faktor politik, ekonomi, sosial, dan intelektual.
B.     Perkembangan Awal Nasionalisme
1.      Tahap Perkembangan Nasionalisme Di Indonesia
Melalui tahap-tahap berikut.
a.      Masa perintis
Masa perintis adalah masa di mana semangat kebangsaan melalui pembentukan organisasi-organisasi pergerakan mulai dirintis. Masa ini ditandai dengan munculnya pergerakan Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908. Hari kelahiran Budi Utomo kemudian diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
b.      Masa penegas
Masa penegas merupakan masa mulai ditegaskannya semangat kebangsaan pada diri bangsa Indonesia yang ditandai dengan adanya peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
Masyarakat Indonesia yang beraneka ragam, melalui Sumpah Pemuda tersebut menyatakan diri sebagai satu bangsa yang memiliki satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia.
c.       Masa percobaan
Melalui organisasi pergerakan, bangsa Indonesia mencoba meminta kemerdekaan dari Belanda. Organisasi-organisasi pergerakan yang tergabung dalam GAPI (Gabungan Politik Indonesia) tahun 1938 mengusulkan Indonesia bahwa bangsa kami

2.      Sejarah Nasionalisme Sebelum Kemerdekaan
Nasionalisme muncul dan berkembang menjadi sebuah paham (isme) yang dijadikan sebagai landasan hidup bernegara, bermasyarakat dan berbudaya dipengaruhi oleh kondisi histori dan dinamika sosiokultural yang ada di masing-masing negara. Pada mulanya unsur-unsur pokok nasionalisme itu terdiri atas persamaan-persamaan darah (keturunan), suku bangsa, daerah tempat tinggal, kepercayaan agama, bahasa dan kebudayaan. Nasionalisme akan muncul ketika suatu kelompok suku yang hidup di suatu wilayah tertentu dan masih bersifat primordial berhadapan dengan manusia-manusia yang berasal dari luar wilayah kehidupan mereka. Lambat laun ada unsur tambahan, yaitu dengan adanya persamaan hak bagi setiap orang untuk memegang peranan dalam kelompok atau masyarakat (demokrasi politik dan demokrasi sosial) serta adanya persamaan kepentingan ekonomi. Inilah yang kemudian dikenal dengan istilah nasionalisme modern.
Kebanyakan teori menyebutkan bahwa sejarah nasionalisme dan nilai-nilainya bermula dari Eropa. Sebelum abad ke-17, belum terbentuk satu negara nasional pun di Eropa. Yang ada pada periode itu adalah kekuasaan kekaisaran-kekaisaran yang meliputi wilayah yang luas, misalnya kekuasaan kekaisaran Romawi Kuno atau Kekaisaran Jerman di bawah pimpinan Karolus Agung. Yang jelas, kekuasaan bergandengan tangan dengan gereja Katolik, sehingga masyarakat menerima dan menaati penguasa yang mereka anggap sebagai titisan Tuhan di dunia. Karena itu, kesadaran akan suatu wilayah (territory) sebagai milik suku atau etnis tertentu belum terbentuk di Eropa sebelum abad ke-17.
Di awal abad ke-17 terjadi perang besar-besaran selama kurang lebih tiga puluh tahun antara suku bangsa-suku bangsa di Eropa. Misalnya, perang Perancis melawan Spanyol, Prancis melawan Belanda, Swiss melawan Jerman, dan Spanyol melawan Belanda, dan sebagainya. Untuk mengakhiri perang ini suku bangsa yang terlibat dalam perang akhirnya sepakat untuk duduk bersama dalam sebuah perjanjian yang diadakan di kota Westphalia di sebelah barat daya Jerman. Pada tahun 1648 disepakati Perjanjian Westphalia yang mengatur pembagian teritori dan daerah-daerah kekuasaan negara-negara Eropa yang umumnya masih dipertahankan sampai sekarang.
Adapun negara-bangsa (nation-states) sendiri baru lahir pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Negara bangsa adalah negara-negara yang lahir karena semangat nasionalisme. Semangat nasionalisme yang pertama muncul di Eropa adalah nasionalisme romantis (romantic nationalism) yang kemudian dipercepat oleh munculnya Revolusi Prancis dan penaklukan daerah-daerah selama era Napoleon Bonaparte. Beberapa gerakan nasionalisme pada waktu ini bersifat separatis, karena kesadaran nasionalisme mendorong gerakan untuk melepaskan diri dari kekaisaran atau kerajaan tertentu. Misalnya, setelah kejatuhan Napoleon Bonaparte, Kongres Wina (18141815) memutuskan bahwa Belgia yang sebelumnya dikuasai Prancis menjadi milik Belanda, dan lima belas tahun kemudian menjadi negara nasional yang merdeka.
Begitu pula revolusi Yunani tahun 18211829 dimana Yunani ingin melepaskan diri dari belenggu kekuasaan Kekaisaran Ottoman dari Turki. Sementara di belahan Eropa lain, nasionalisme muncul sebagai kesadaran untuk menyatukan wilayah atau daerah yang terpecah-belah. Misalnya, Italia di bawah pimpinan Giuseppe Mazzini, Camillo Cavour, dan Giusepe Garibaldi, yang mempersatukan dan membentuk Italia menjadi sebuah negara-kebangsaan tahun 1848. Di Jerman sendiri, kelompok-kelompok negara kecil akhirnya membentuk sebuah negara kesatuan Jerman dengan nama Prusia pada tahun 1871 di bawah Otto von Bismarck. Banyak negara kecil di bawah kekuasaan kekaisaran Austria pun membentuk negara bangsa sejak awal abad 19 sampai masa setelah Perang Dunia I. Sementara itu, Revolusi 1917 di Rusia juga telah melahirkan negara-bangsa Rusia.
Semangat nasionalisme itu kemudian menyebar ke seantero dunia dan mendorong negara-negara Asia-Afrika memperjuangkan kemerdekaannya. Hal ini terjadi setelah Perang Dunia I dan selama Perang Dunia II. Hanya dalam dua puluh lima tahun pasca Perang Dunia II, sekitar 66 negara-bangsa pun lahir. Indonesia termasuk salah satu dari negara bangsa yang baru lahir pasca Perang Dunia II ini. Di abad ini, semangat nasionalisme telah mendorong negara-negara di bawah bekas Yugoslavia dan bekas Uni Soviet lahir sebagai negara-negara bangsa. Dapat dipastikan bahwa ke depan, nasionalisme akan terus menjadi ideologi yang menginspirasi dan mendorong gerakan pembentukan komunitas bersama berdasarkan karakteristik etnis, kultur, ataupun politik.



3.      Gerakan Nasionalisme di Berbagai Kawasan
Secara umum faktor-faktor pendorong nasionalisme Asia dan Afrika :
1.      Kenangan kejayaan masa lampau
2.      Penderitaan da kesengsaraan akibat imperialisme
3.      Timbulnya golongan cendekiawan
4.      Kemenangan jepang ata rusia (1905)
5.      Masuknya paham-paham baru
Pergerakan Nasionalisme di Beberapa Negara Asia dan Afrika
a.       India
Faktor-faktor penyebab munculnya nasionalisme India
1.      Penderitaan rakyat India akibat penjajahan Inggris
2.      Orang-orang India tidak boleh terlibat dalam pemerintahan
3.      Bertambahnya orang-orang India yang terpelajar yang mengenal keadaan Eropa dan memahami paham-paham baru seperti: Nasionalisme, Liberalisme, Demokrasi, dan menginginkan kemerdekaan
4.      Pertentangan kebudayaan Inggris dengan kebudayaan India yang bernilai tinggi
5.      Pemberian status dominion kepada Kanada
6.      Kemenangan Jepang terhadap Rusia ( 1905)
7.      Kekuatan pasukan India yang telah terbukti dalam perang dunia I
Wujud perlawanan rakyat India kepada penjajah Inggris dibedakan menjadi dua yaitu :
1.      Melalui Perjuangan bersenjata
a.       Perlawanan raja-raja maratha di Dekkan, di antara pemimpin-pemimpinnya yang terkenal bernama Tippu Sahid dari Mysore
b.      Perlawanan raja-raja Sikh ( Punjab). Pada masa pemerintahan Ranjit Singh, kerajaan Sikh mencapai puncak kejayaan sehingga sangat disegani oleh pemerintah Inggris. Setelah meninggalnya Ranjit Singh terjadi perpecahan di antara bangsa Sikh sebagai akibat dari politik devide et impera yang diterapkan oleh penjajah Inggris. Akhirnya Kerajaan Sikh lenyap tahun 1849.
c.       Perlawanan prajurit-prajurit India (The Indian Mutiny,1857-1859)

Faktor-faktor penyebabnya
a.       Penderitaan rakyat India akibat penindasan Inggris
b.      Tindakan sewenang-wenang penjajah Inggris
c.       Perasaan senasib-sepenangguhan antara prajurit India dengan rakyat India
d.      Adanya kewajiban untuk menjilat amunisi sebelum ditembakkan
Pemimpinnya : Rance Lakshmai Bai, nana Sahib, dan Tantia Topi.
Akibat pemberontakan para prajurit India:
a.       Mulai munculnya nasionalisme India
b.      Inggris mengubah sikap politik penjajahan di India
c.       Sistem pemerintahan Inggris di India yang dikendalikan langsung dari London
2.      Melalui gerakan-gerakan nasiona
a.       Brahma Samaj
Tujuan gerakan ini adalah ingin menghilangkan kesan agama Hindu sebagai agama yang bersifat polythiesme menjadi agama yang bersifat monotheisme. Tokoh pelopornya : Ram Mohan Roy dan Rabindranath Tagore seorang pujangga yang pernah mendapat hadiah nobel
b.      Rama Krisna
Tujuan gerakan ini adalah ingin memurnikan agama Hindu. Tokoh pelopornya : Swami Vivekananda
c.       Kongres ( All Indian National Congress 1885)
Kongres merupakan persatuan gerakan-gerakan nasionalisme India yang bersama-sama menuntuk kemerdekaan, pemprakarsa gerakan ini adalah Allan O’Hume, orang Inggris yang mencintai India, sedangkan yang menjadi pemimpinnya adalah Banerji. Tahun 1907 para pemimpin kongres terbagi 2 golongan yaitu
1.      Golongan moderat yang hanya menuntut pemerintahan sendiri dalam lingkungan kerajaan Inggris ( Swaraj), tokohnya: Banerji dan Motial Nehru
2.      Golongan radikal yang menuntut kemerdekaan penuh (Purna Swaraj),tokohnya : Tilak dan Pandit Jawaharlal Nehru
d.      Moslem League (1906)
Berdirinya Moslem League setelah kaum muslimin memisahkan diri dari kongres, tokoh-tokohnya : Mohammad Ali Jinnah dan Liaquat Ali Khan. Perjuangan Moslem League mencapai puncaknya setelah berhasil mendirikan Negara Pakistan ( 1947)
e.       Gerakan Mahatma Gandhi
Gerakan Mahatma Ganndhi meliputi :
1.      Ahmisa ( anti kekerasan )
2.      Hartal ( mogok kerja )
3.      Satyagraha ( tidak mau bekerjasama dengan pemerintah penjajah)
4.      Swadesi ( mengembangkan negara dengan prinsip mandiri)
Gerakan ini sangat besar pengaruhnya terhadap perjuangan rakyat India untuk mencapai kemerdekaan. Hasilnya India berhasil merdeka secara penuh pada tanggal 20 Januari 1950 dengan Perdana Menteri pertama Pandit Jawaharlal Nehru.
b.      Turki
Gerakan nasional Turki muncul sebagai akibat kemerosotan yang dialami oleh rakyat Turki yang dimulai sejak pemerintahan Sultan Murad III (abad ke -16) sampai dengan pemerintahan Sultan Hamid II (abad ke 19). Akibat kemerosotan yang berkepanjangan ini Turki mendapat julukan  The Sick Man. Kemerosotan Turki disebabkan oleh :
1.      Tidak adanya Sultan yang bersifat besar dan kuat
2.      Merajarelanya intrik-intrik dalam istana
3.      Tentang Janisari yang awalnya mendukung kerajaan namun menjadi pemberontak
4.      Munculnya krisis Gezag yang mengakibatkan banyak negara-negara bagian Turki melepaskan diri
5.      Pengaruh revolusi perancis yang berakibat pada negara-negara bagian melepaskan diri
6.      Atas dasar kemerosotan tersebut, muncullah Gerakan Turki Muda yang bertujuan:
a.       Menyelamatkan turki dari keruntuhan dengan mengadakan reorganisasi secara modern
b.      Menanamkan dan mengembangkan rasa nasionalisme Turki
c.       Membulatkan semangat nasionalisme Turki yaitu satu negara, stau bangsa, dan satu bahasa Turki
Sebagai pelopor Gerakan Turki Muda adalah Niazi Bey dan mencapai puncaknya pada masa kepemimpinannya Mustafa kemal Pasha berhasil mendirikan Republik Turki yang bersifat modern-sekuler pada tanggal 29 Oktober 1923
c.       Mesir
Munculnya perjuangan pergerakan nasional mesir sebagai akibat penjajahan Inggris. Inggris menjajah mesir beralasan:
1.      Mesir letaknya strategis yang bisa menghubungkan antara Asia dan Afrika serta Asia dan Eropa
2.      Mesir sangat baik sebagai pangkalan militer untuk menguasai daerah sekitarnya
Tokoh pelopor yang menentang penjajahan Inggris di Mesir adalah Arabi Pasha yang memberontak pada tahun 1881-1882, Mustafa Kamil yang mengadakan kongres pertama pada tanggal 7 desember 1907. Kongres ini bertujuan untuk membangun Mesir secara Liberal untuk mencapai kemerdekaann penuh. Sedangkan partai nasionalis rakyat-rakyat mesir yang gencar menentang penjajahan Inggris adalah Partai Wafd pimpinan Saad Saghlui Pasha. Karena perjuangan kaum nasionalis Mesir tersebut tangga 28 Februari 1922, Inggris mengeluarkan Unilateral Declarations, yang isinya
1.         Inggris mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Mesir
2.         Inggris berhak atas empat reserved points, yaitu :
a.       Mempertahankan terusan Suez
b.      Mempergunakan daerah Mesir untuk operasi militer
c.       Mempertahankan mesir dari agresi bangsa lain
d.      Melindungi bangsa asing beserta kepentingannya di Mesir
Dari isi Unilateral Declarations tersebut menunjukkan bahwa Inggris tidak sepenuhnya memberi kemerdekaan kepada mesir sehingga perjuangan rakyat mesir terus berkobar yang puncaknya meletuslah Revolusi Mesir (23 Juli 1953) dan pada 18 Juni 1953 berdirilah republik Mesir dengan Gamal Abdul Naseer sebagai presiden pertamanya.
d.      Philipina
Philipina sebelum diduduki oleh Spanyol pernah menjadi daerah kekuasaan Sriwijaya ( abad ke 12) dan Majapahit (abad ke 14), Bangsa Spanyol pertama kali mendaarat di Philipina di bawah pimpinan Ferdinand Magelhans (abad ke 16) yang berencana akan mengelilingi dunia. Karena ia terbunuh oleh Suku Cebu di philipina dan perjalanannya dilanjutkan oleh Juan sebastian del Cano. Philipina dijajah oleh Spanyol setelah berhasil mengalahkan bangsa Portugis dibawah Miguel Lopez de Legazpi yang berhasil mendirikan Kota Manilla tahun 1571
Munculnya gerakan nasionalisme disebabkan oleh :
a.          Keinginan untuk membebaskan diri dari Katolik Roma
b.         Tertindasnya rakyat Philipina oleh Spanyol
c.          Muncul kaum cendekiawan
d.         Terbukanya Terusan Suez sehingga mempermudah terhubungnya Asia dan Eropa
e.          Munculnya perang kemerdekaan di Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang mengilhami rakyat Philipina untuk meraih kemerdekaan
Pergerakan nasionalisme Philipina dipelopori oleh mahasiswa melalui Gerakan Companerisme (semacam gerakan Budi Utomo di Indonesia ) pada tahun 1880. Setelah gerakan tersebut muncullah organisasi Liga Philipina (1892) yang didirikan oleh Jose Rizal (tokoh pelopor gerakan kemerdekaan Philipina). Ia terkenal dengan bukunya yang berjudul “Nolime Tangere” (jangan menyinggung saya). Selanjutnya ia ditangkap dan dihukum mati tanggal 30 Desember 1896 atas tuduhan terlibat dalam pemberontakan Katipunan(1896). Tokoh lain seperti:
1.      Andreas Bonafacio melalui Gerakan Katipunan (1896)
2.      Emilio Aquinaldo yang meneruskan pemberontakan Katipunan. Ia juga dikenal sebagai pendukung Amerika yang mengakhiri penjajahan Spanyol di Philipina.
Tanggal 10 Desember 1898 secara resmi Philipina diserahkan kepada Amerika Serikat oleh Spanyol. Karena keinginan Amerika untuk menguasai Philipina, Aquinaldo akhirnya juga menentang Amerika dan ia ditangkap pada tahun 1901. Padahal ia ditunjuk sebagai Presiden Philipina setelah terlepas dari Spanyol. Perjuangan rakyat Philipina menentang campur tangan Amerika terus berkobar dan Amerika memberikan kemerdekaan pada tanggal 4 Juli 1946 dengan Manuel roxas sebagai presiden pertama
e.       Cina
Munculnya gerakan nasional China sebagai akibat dari penindasan pemerintah bangsa Mandsyu dan kolonialisme bangsa Inggris. Kolonialisme bangsa Inggris di China pertama kali terjadi setelah Perang Candu (1839-1842) yang berakhir dengan ditandatanganinya Perjanjian Nanking 1842. Isi Perjanjian Nanking adalah :
1.      Lima pelabuhan Cina dibuka untuk bangsa asing
2.      Inggris mendapatkan Hongkong sejak 1842
3.      Inggris mendapatkan hak ekstra-teritorial
Setelah inggris berhasil menanamkan kolonialisme di Cina ditambah dengan lemah dan sewenang-wenangnya pemerintah Mandsyu, muncullah perlawanan Cina seperti : perlawanan Cina terhaap bangsa Inggris dan Perancis (1856-1860), pemberontakan Tai-Ping(1850-1864), dan Perang Boxer ( 1900-1901). Sedangkan pergerakan nasional Cina dipelopori oleh Dr. Sun Yat Sen yang disebabkan oleh :
1.      Timbulnya angkatan baru yang berpaham modern
2.      Timbulnya nasionalisme rakyat cina yang menganggap pemerintah Mandsyu sebagai pemerintah asing yang kolot dan tidak memikirkan nasib rakyat
4.      Terjadinya peristiwa Wuchang Day pada tanggal 9 Oktober 1910 yaitu meledaknya gudang mesiu di Wuchang. Sebelum pemerintah Mandsyu mengambil tindakan, kau nasionalis mengumumkan berdirinya Republik Cina pada tanggal 10 Oktober 1910 . Peristiwa itu disebut The Double Ten Day.
Dr. Sun Yat Sen dalam mengobarkan semangat nasionalisme terkenal dengan Tri Sila ( San Min Chui) yaitu Nasionalisme, Demokrasi,dan Sosialisme. Sepeninggal Dr Sun Yat Sen terjadi perebutan di cina antara Chiang Kai sek melalui organisasi Kou Min Tang  dan Mau Kai Sek melalui organisasi Kun Chang Tang. Perebutan ini menyebabkan Taiwan melepaskan diri dari RRC tahun 1950
































BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.      Menurut Ernest Renan: Nasionalisme adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara.
2.      Menurut Otto Bauar: Nasionalisme adalah suatu persatuan perangai atau karakter yang timbul karena perasaan senasib.
3.      Menurut Hans Kohn, Nasionalisme secara fundamental timbul dari adanya National Counciousness. Dengan perkataan lain nasionalisme adalah formalisasi (bentuk) dan rasionalisasi dari kesadaran nasional berbangsa dan bernegara sendiri. Dan kesadaran nasional inilah yang membentuk nation dalam arti politik, yaitu negara nasional.
4.      Untuk lebih jelas lagi perlu kita perhatikan beberapa definisi nasionalisme berikut ini! 
5.      Menurut L. Stoddard: Nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian terbesar individu di mana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersama di dalam suatu bangsa.
6.      Menurut Dr. Hertz dalam bukunya yang berjudul Nationality in History and Politics mengemukakan empat unsur nasionalisme, yaitu:1. Hasrat untuk mencapai kesatuan.2. Hasrat untuk mencapai kemerdekaan.3. Hasrat untuk mencapai keaslian.4. Hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa. Dari definisi itu nampak bahwa negara dan bangsa adalah sekelompok manusia yang:













DAFTAR PUSTAKA

http://setyamecca.blogspot.co.id/2014/06/makalah-nasionalisme-indonesia.html
https://bestudy.wordpress.com/2012/11/25/pengertian-nasionalisme-menurut-beberapa-tokoh/
https://amrikhan.wordpress.com/2012/12/03/perkembangan-nasionalisme-di-indonesia/
http://sukasukasaya7.blogspot.co.id/2014/05/pergerakan-nasionalisme-di-asia-dan.html


KATA PENGANTAR

Sembah sujud penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena anugerah dan rahmat-Nya jualah sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Dalam penyusunan makalah ini, penulis telah berusaha semaksimal mungkin, yang mana telah memakan waktu dan pengorbanan yang tak ternilai dari semua pihak yang memberikan bantuannya, yang secara langsung merupakan suatu dorongan yang positif bagi penulis ketika menghadapi hambatan-hambatan dalam menghimpun bahan materi untuk menyusun makalah ini.
Namun penulis menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, baik dari segi penyajian materinya maupun dari segi bahasanya. Karena itu saran dan kritik yang bersifat konstruktif senantiasa penulis harapkan demi untuk melengkapi dan menyempurnakan makalah ini.




DAFTAR ISI

KATA PENGATAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.     Rumusan Masalah
C.    Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Nasionalisme Menurut Beberapa Ahli
B.     Perkembangan Awal Nasionalisme
C.    Gerakan Nasionalisme Di Berbagai Kawasan
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA


MAKALAH
SEJARAH NASIONALISME











Disusun Oleh






2017

MAKALAH NASIONALISME

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Abad XX adalah abad nasionalisme, artinya sejak awal sampai dengan penutupan abad ini t...